Pandang dan Lihat, Dengar dan Berilah Perhatian, Tafsir dan Fikirkan, Faham dan Amalkan, Semoga Anda Zauq Dalam Kebahagiaan...
Ahad, 4 Ogos 2019
Mengusik Memori Silam
Ia adalah cermin kenangan saya. Memandang masjid ini, membawa saya hanyut ke memori lama,memori indah dan duka, sedih dan gembira.
Saya meninggalkan masjid dengan langkah longlai, menoleh ke belakang dan terbayang di pelupuk mata saya, saya yang masih muda remaja, mentah dan agresif, sedang bermain dan bergurau senda di tangga masjid, dengan kawan-kawan lalu yang kini telah membawa haluan masing-masing.
Tuhan, indah sungguh kenangan itu.
Terima kasih Tuhan.
Khamis, 27 Oktober 2016
Apabila Ujian Melanda
Apa yang kita mahu dalam hidup ini?
Kaya?
Banyak harta?
Masyhur?
Atau apa?
Kalau anda tanya saya, sejujurnya saya mahukan hidup yang bebas hutang dan tenang tenteram bersama keluarga saya.
Sihat dan panjang umur.
Gembira dan aman damai.
Kalau ada masalah pun, diberi kekuatan untuk menghadapinya.
Saya tidak nafikan, diri saya sendiri juga tidak jauh daripada merasa sugul atau resah apabila ditimpa masalah.
Hutang
Masalah tempat kerja
Dll
Tapi apakah pilihan yang kita ada? Adakah kita hendak lari, atau biarkan masalah begitu saja/
Atau kita mencari jalan penyelesaiannya?
Para pembaca sekalian, bagaimana agaknya untuk kita keluar dari masalah ini?
Izinkan saya share tips untuk mencari penyelesaian masalah dan melerai fikiran kusut dengan pembaca sekalian.
Pembaca yang budiman, apabila kita ditimpa masalah, fikiran kita akan menjadi kusut dan jiwa menjadi gelisah. Maka, dalam keadaan yang bingung ini, sukar bagi kita untuk mencari dan memikirkan penyelesaian bagi masalah yang kita hadapi.
Berikut adalah tips yang boleh digunakan untuk memecah permasalahan para pembaca sekalian
1. Bawa bertenang. Tarik nafas. Cari tempat yang sunyi dan damai seperti taman, perpustakaan atau masjid. Duduk sebentar. Cari ruang atau tempat yang santai yang tiada gangguan dari orang sekeliling. Pada ketika ini, kita hanya mahu bersendirian buat sementara.
2. Tutup handphone atau silentkan. Putuskan sebentar hubungan anda dengan handphone untuk sejam atau setengah jam buat sementara. Pada ketika ini kita mahukan masa untuk diri sendiri.
3. Senaraikan masalah anda di atas sehelai kertas, contohnya hutang, gaduh dengan pasangan dan lain-lain. Tulis sebanyak yang mungkin.
4. Kemudian tulis nikmat yang anda ada pada ketika ini. Contohnya, ada rumah, kereta (walaupun tidak mewah), ada isteri/suami, anak-anak, ibu bapa yang masih hidup dan lain-lain. Tulis sebanyak mungkin.
5. Kemudian bandingkan kedua-dua senarai itu tadi. Yang mana lebih banyak, nikmat atau masalah?
6. Jika masalah lebih banyak daripada nikmat, anda kena banyak istighfar dan muhasabah diri. Berazamlah untuk memperbaiki diri dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah seperti menjaga solat, banyak membaca Quran, berzikir, banyak sedekah dan lain-lain.
7. Jika nikmat lebih banyak daripada masalah, maka wajiblah anda bersyukur. Anda kena banyak memuji Allah dan meningkatkan amal bakti kerana Allah telah banyak memberi nikmat kepada anda.
Pembaca yang budiman sekalian, kaedah ini kerap saya lakukan apabila ditimpa masalah. Dan kerapkali fikiran saya menjadi cerah apabila duduk seorang diri untuk muhasabah. Alhamdulilah, banyak masalah selesai apabila fikiran menjadi cerah.
Bagaimana pula cara untuk mencerahkan fikiran? Ikuti posting blog saya yang akan datang mengenai bagaimana untuk meraih ketenangan jiwa dan mencerahkan fikiran. Insya Allah.
Selamat Mencuba.
Ahad, 9 Oktober 2016
Tips apabila mengalami mimpi buruk
Mimpi yang buruk pula datang daripada gangguan syaitan. Ia bertujuan untuk melemahkan semangat dan iman seorang mu'min agar menjadi takut dan gelisah selepas bangun dari tidur.
Saya akan mengongsikan satu kaedah mudah dan ringkas bagi sesiapa yang mengalami terkejut atau terbangun tengah malam apabila mengalami mimpi buruk. Berikut adalah kaedah-kaedahnya.
1. Hendaklah beristighfar berulangkali sehingga perasaan kembali tenang.
2. Membaca ta'awudz sebanyak 3 kali.
3. Selesai membaca ta'awudz, hendaklah meludah (sekadar syarat) sebanyak 3 kali di sebelah kiri.
4. Mengubah posisi atau tempat tidur. Jika tidak memungkinkan maka memadai membalikkan bantal tidur.
5. Tidak digalakkan menceritakan mimpi buruk kepada orang lain
6. Perbanyakkan berdoa sesudah solat agar tidak ditimpa musibah atau berlindung kepada Allah agar tidak mengalami mimpi buruk di masa akan datang.
7. Yakin dan ikhlas
Semoga bermanfaat.
Guruku yang kucintai, TG Dato Dr Haron Din rahimahullah.
Beliau tidak jemu dalam mengajar dan berdakwah. Beliau seringkali menasihati anak-anak muridnya agar jangan sekali-kali menyembunyikan ilmu. Ilmu mesti disebarkan. Setiap insan berhak mendapat ilmu.
Beliau amat menitikberatkan dalam ceramah beliau mengenai pentingnya menuntut ilmu. Ilmu menyelamatkan manusia dari terjerumus ke lembah kejahilan. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kegelapan.
Ilmu adalah panduan hidup untuk sampai kepada Allah. Tanpa ilmu yang betul manusia akan sesat dalam perjalanan menuju Allah.
Apa-apa ilmu yang saya perolehi dari beliau, sepanjang saya bersama dengan Darussyifa, akan saya amalkan dan sebarkan menurut kemampuan saya. Ini sajalah cara yang mampu saya buat bagi membalas jasa baik beliau yang mencurahkan ilmunya kepada saya dan anak-anak murid beliau yang lain.
Berehatlah dengan tenang, guruku...
Obat bius tidak berfungsi bagi penghafal Al-Qur’an
Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi karena mengalami sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi demi menyembuhkan penyakitnya. Di luar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun coba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sembuh atas izin Allah dan tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan operasi karena dokter tersebut sudah berpengalaman untuk operasi penyakit tersebut dan besar sekali kemungkinan keberhasilannya.
Lalu kakek tersebut membalas perkataan dokter tersebut, “Dok, bukan itu yang saya khawatirkan, insya Allah saya siap dan tak takut untuk menjalani proses operasinya. Saya menangis karena saya sedih, akan banyak waktu yang terbuang saat operasi nanti pastinya, sedangkan saya memiliki kebiasaan untuk muraja’ah hafalan Al-Qur’an saya 12 juz tiap harinya, saya khawatir tidak dapat menyelesaikan hafalan saya di hari ini karena operasi ini, sebab itulah saya menangis…”
Lalu kakek tersebut melanjutkan dengan pertanyaan “Dok, seberapa lama saya akan dioperasi?” “Insya Allah hanya 4 jam kek” jawab dokter. “Kalau begitu, berikan saya waktu di satu jam pertama untuk muraja’ah hafalan saya, lalu lanjutkanlah tindakan operasi setelahnya” jawab kakek memberikan solusinya. Dokter pun menyetujuinya. Pada satu jam pertama dokter memberikan waktu untuk kakek muraja’ah hafalannya di ruang operasi, setelah waktu berjalan satu jam, dokter dan timnya melakukan tindakan medis, dibiuslah kakek tersebut dan melaksanakan tindakan operasi. Operasi tersebut berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Allah menolong keduanya.
Setelah kakek tersebut tersadar, dokter yang mengoperasinya tersebut berkata: “Kek, baru kali ini saya mengalami kejadian yang luar biasa ketika mengoperasi pasien. Setelah satu jam kakek muraja’ah hafalannya, kami pun membius kakek, saya yakin sudah tepat dosis bius kepada kakek, saya yakin dosis tersebut akan membuat kakek tak sadarkan diri. Tapi masya Allah, sepanjang operasi kakek tak berhenti sedikitpun membaca Al-Qur’an, seolah obat bius yang kami suntikan tak ada pengaruhnya dan rasa sakit saat operasi tak dirasakan”
Subhanallah… hikmah yang luar biasa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut. Bagaimana dengan kita? Sudahkah ada kenikmatan dan kekhusyu’an ketika kita membaca Al-Qur’an?. Berapa banyak juz yang kita baca tiap harinya?. Berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita hafal tiap harinya? Berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita murajaah tiap harinya dan berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita amalkan tiap harinya???
Sungguh, masih amat sedikit amalan-amalan kita. Orang bijak mengatakan: “Janganlah takut dengan rezekimu pada hari ini, karena Allah sudah menjamin rezeki bagi orang yang hidup. Khawatir dan takutlah dengan kualitas dan kuantitas amalmu, apakah dapat mengantarkanmu ke surga? Karena tidak ada jaminan dari Allah bahwa kita akan masuk ke dalam Surga-Nya”.
(www.dakwatuna.com)
(http://duniainspirasi21.blogspot.my/)
Khamis, 26 November 2015
Kerja banyak...
Sebulan dua ini memang sibuk. Yang terbaru, CEO dan Pengerusi nak datang Kuching attend event dengan HDC.
Seperti biasa, kalau VIP datang dari KL, tunggang langganglah ofis nak buat persiapan menyambut kedatangan mereka. Susun itenirary, buat appointment, booking hotel, set kenderaan dan macam-macam lagi. Letih.
Kasihan Wenndy, pening kepala dan risau dengan persiapan
Kasihan Azry, kepala serabut susun itenirary dan appointment
Kasihan Faizul, risau KPI banyak tak achieve
Kasihan Radzi dan Wan Junaidy, jadi driver. Kot2 jadi driver sampai malam
Saya pula, risau pasal progress kerja kat site yang slow dan lembab. KPI ke laut. Kontraktor pun dah merayu macam-macam kat saya. Mana nak site visit, susun report, release claim, event lagi.
Sabar je la...
Selasa, 30 Jun 2015
Wangian Haruman Misk al Jannah
Aroma lembut, suci dan halal
Sesuai untuk lelaki dan perempuan
Harga berpatutan! Berminat?
Hubungi @ whatsapp Asri 016 857 6778
Terdapat dalam 2 jenis haruman;
1. Sultan Brunei
2. Kasturi Kuning
3. Kasturi Putih
Hanya RM 15 (botol kecil, Haruman Sultan Brunei)
RM 20 (botol besar, Kasturi Kuning dan Putih)
Cepat! Dapatkan sekarang!!!
Isnin, 8 Jun 2015
Minyak Morhabshi
Saya merupakan ejen Minyak Morhabshi untuk kawasan Kuching. Minyak ini banyak kegunaannya. Setiap keluarga wajib mempunyai sebotol minyak ini untuk kecemasan. Hubungi saya di talian 016 857 6778 untuk memesan produk hebat ini!
HANYA RM 20 SEBOTOL!!!
Tidak termasuk harga pos
KHASIAT MINYAK MORHABSHI
InyaAllah,dapat merawat; histeria dirasuk syaitan sihir (buatan orang) santau bayi 'diganggu' bayi 'kembung' sawan tangis pusat bayi (agar mudah tanggal) batuk lelah/asma sakit gigi senak cirit birit kanser (luar) kayap kurap luka melecur air/ minyak panas terbakar gatal-gatal (termasuk celah jari kaki & pangkal paha) jerawat batu (termasuk bisul kecil pada tubuh dan muka,) kulit kepala berkeruping, Khasiat Minyak Morhabshi Minyak Morhabshi dikategorikan sebagai unik dan serbaguna. Kegunaannya meliputi fizikal dan mistik, serta penyakit luaran dan dalaman. Malah, terdapat beberapa kes yang dimaklumkan pada kami bahawa Minyak Morhabshi telah membantu meningkatkan hubungan suami isteri (digunakan oleh pihak suami secara urutan pada alat kelamin). Antara keunikan Minyak Morhabshi ialah ia menyelesaikan kes kerasukan dan gangguan makhluk halus seperti histeria, bayi menangis tidak semena-mena, sawan, sihir, buatan orang, santau, dan sebagainya. Minyak Morhabshi pernah diuji dengan menggunakan perantaraan seorang pelajar yang mempunyai kelebihan melihat makhluk ghaib. Menurut pelajar tersebut, 'makhluk' itu serta merta melarikan diri apabila seorang sahabat yang menjadi 'sampel ujikaji' disapukan Minyak Morhabshi pada tubuhnya. Wallahu'alam.
Testimoni 1.
Isteri saya yang baru melahirkan anak sering sakit/lenguh belakang/pinggang. Setelah menggunakan minyak morhabshi beransur-ansur reda dan terus hilang (sekali sapu pada malam tu lepas tu tak pernah merungut sakit/lenguh belakang lagi sampai sekarang.. Alhamdulillah) .
2. Anak saya mengalami sakit perut memulas dan muntah2 baru2 ini. Setelah diberi minum air yang dicampurkan dengan beberapa titik minyak morhabshi disertai dengan menyapu minyak pada perut Alhamdulillah sembuh. 3. Bisul pada kaki yg kemerahan baru hendak menjadi Alhamdulillah terus terhenti dan tidak aktif lagi selepas disapukan minyak morhabshi. 4. Bnegkak/lebam akibat tersepit dan jatuh pulih dalam sehari semalam setelah disapu minyak morhabshi dua kali (Saya guna utk sahari semalam shj. Mungkin terus hilang bekas jika terus disapu pada hari ke2 dan ke-3. Dzulkhairi bin Yusoff - Selangor
3..Pada suatu petang saya mendengar bayi jiran saya menangis tak henti-henti. Saya segera melihatnya dan membawa minyak morhabshi. Mata bayi itu terbeliak sambil memandang ke atas. Saya menyuruh suami jiran saya itu menyapu minyak ini ke ubun-ubun, belakang telinga, tengkuk, dan sendi-sendi bayinya sambil membaca selawat. Alhamdulillah, bayi itu terus diam. Norazhar - Selangor
4.Saya adalah pengamal perubatan tradisional. baru-baru ini saya dikunjungi pesakit barah hati yang kronik!! terlintas dihati saya ingin mencuba kemujarapan minyak morhabsi!!! lantas saya menyuruh pesakit tersebut menggunakan minyak tersebut dengan menitikkan minyak morhabshi lima titik kedalam air suam kemudian diminum airnya 3x sehari. ALHAMDULILLAH...nampak amat ketara perubahannya selepas 2 minggu dia mengamalkan seperti yang saya anjurkan, sehingga DOKTOR merasa hairan!!! amsudin bin ibrahim - terengganu
5.Untuk luka memang mujarab. Kalau masuk hutan (perkhemahan), saya mesti bawa. akroni - Pahang
6.Adik saya terkena pisau pemotong sayur, darah yang keluar agak banyak, sebaik sahaja menyapu minyak Morhabshi, dengan izin Allah, darah berhenti mengalir dan luka ditangan sudah hilang rasa sakit. Alhamdulillah
7.Saya telah mengalami kemalangan jalanraya pada awal Mei lalu yang menyebabkan kecederaan pada bahagian kepala dan kesan dari kecederaan itu saya telah mengalami kebas dan lemah pada separuh dari tubuh saya sebelah kanan, dan setelah merujuk pada pakar dinyatakan saya menghidapi serangan strok TIA yang menyebabkan kesakitan dan kebas beberapa kali dalam tempoh 24 jam. Pada petang 24 Julai yang lalu saya menerima pesanan minyak morhabshi dan terus menggunakannya dengan mengurut bahagian sebelah badan yang kebas. Subhanallah...selepas solat Maghrib kesan kebas pada bahagian badan saya terasa beransur kurang. Sehingga kini saya teruskan rawatan mengurut sendiri bahagian badan saya dengan minyak Morhabshi. Kesan kebas dan lemah terasa berkurangan dan saya akan menjalani ujian ct scan pada 29 Julai ini mengikut jadual temu janji dengan doktor dan tak sabar untuk mengetahui perkembangannya. - Normala
8.Saya telah lama mengidap buasir. Bila buang air besar, bercampur darah. Akhirnya rakan sekerja saya memberi saya sebotol minyak morhabshi. Alahamdulillah, setelah minum minyak ini, sudah lebih setahun tidak keluar darah lagi. Sekarang, saya dan keluarga memang sentiasa menyimpan minyak ini di rumah dan di dalam kereta. Minyak ini juga amat bagus untuk bayi saya. - Murad - Perak
9.Tahun 2000 Saya terlibat dalam kemalangan dan menyebabkan tulang belakang bahu dan pinggang saya senggal² dan saya menggunakan minyak morhabshi tiap² hari . Pinggang saya mengalami keretakan yang perlu memakan vitamin dan ubat sepanjang hayat. kaki kiri saya pula(food drop)atau kurang upaya separuh kekal dan tak berfungsi. hampir 6 bulan kaki sya membengkok dan xdapat lurus dengan sempuna.. Doc. kata kalau buat operation 50-50 sama ada sembuh atau terus lumpuh.. saya menggunakan minyak morhabshi dan alhamdulillah kembali lurus dan boleh berjalan semula sampai hari ini..– Mansur
10.Minyak Morhabshi byk membantu saya utk perubatan yg saya lakukan,sebelum ini saya menggunakan aura serta ayat2 Al'Quran utk menghalau makhluk halus tapi setelah saya menggunakan minyak ini lebih mudah lg bagi saya utk menghalaunya,rupa2nya makhluk halus ini takut juga dgn miyak morhabshi yg saya letakkan pada tubuh pesakit..bukan itu saja dia juga boleh merawat luka yg terkena benda yg tajam..saya berpuas hati dgn myk Morhabshi ini, Terima kasih krn memberi peluang pada saya utk menggunakannya..Myk morhabshi ini adalah myk serbaguna yg mana setiap rumah harus ada sebotol begitu juga didlm kenderaan kita. -Rosli—Pahang Khasiat Minyak Morhabshi histeria dirasuk syaitan sihir (buatan orang) santau bayi 'diganggu' bayi 'kembung' sawan tangis pusat bayi (agar mudah tanggal) batuk lelah/asma s akit gigi senak cirit birit kanser kayap kurap gatal-gatal (termasuk celah jari kaki & pangkal paha) jerawat batu (termasuk bisul kecil pada muka, kepala, tubuh) kudis bisul melecur terkena api atau air/minyak panas gigitan serangga & binatang bisa dan sebagainya.
Layari www.morhabshi.blogspot.com untuk info lebih lanjut mengenai Morhabshi.
Rabu, 3 Jun 2015
Laksa Sarawak
Laksa Sarawak berbeza dengan laksa-laksa lain di Malaysia. Ia merupakan makanan tradisional tempatan Bumi Kenyalang dan biasanya dinikmati untuk sarapan pagi. Dahulunya laksa ini hanya dijual oleh peniaga makanan Cina. Namun sekarang sudah ramai orang Melayu menjadikan laksa ini salah satu menu di restoran mahupun gerai makan mereka. Maka tidak timbul masalah mencari laksa halal jika bertandang ke Bumi Kenyalang ini.
Laksa Sarawak terdiri daripada meehoon, telur dadar, daging ayam, daun ketumbar, dan udang segar. Apa yang paling penting ialah kuahnya. Kuah laksa Sarawak ini terdiri daripada rempah ratus seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas dan lain-lain. Lazimnya ia tersedia dalam bentuk pes, kemudian di masukkan ke dalam air yang menggelegak dan dicampur dengan santan kelapa atau susu sejat. Jika kurang mahir, kuah laksa Sarawak tidak menjadi dan ini akan menyebabkan laksa Sarawak menjadi tidak sedap keseluruhannya. Maka, kesedapan dan kelazatan laksa Sarawak terletak kepada kuahnya. Ia memerlukan kemahiran yang tinggi untuk membuatnya.
Laksa ini dihidangkan bersama limau dan sambal belacan. Pada pendapat saya, laksa ini lebih sedap dimakan menggunakan chopstick jika dibandingkan dengan sudu dan garpu. Lebih 'feel' dan layan.
Laksa Sarawak mudah didapati di sekitar Kuching. Jika datang ke Sarawak, jangan lupa untuk menikmati laksa Sarawak ini untuk hidangan makan anda.
Kepada pembaca yang mempunyai rancangan untuk bercuti ke Kuching, anda boleh menghubungi saya untuk tempahan homestay. Kami menyediakan kediaman selesa dan harga berpatutan untuk anda.
Hubungi saya di talian 016 857 6778 (Asri).
Laksa Sarawak yang menyelerakan!
Homestay yang cantik, selesa dan berpatutan
Ahad, 26 April 2015
Pengalaman Berharga di Darussyifa
Assalamualaikum,
Lama juga tak update blog. Blog pun nampak 'berdebu'. Maklumlah, sangat sibuk sejak akhir-akhir ini. Semenjak pulang ke Kuching, saya semakin sibuk dengan rutin harian saya. Kalau ada masa pun saya lebih gemar berehat dan tidak menulis blog.
Alhamdulillah, kini saya juga telah tamat pengajian di Darussyifa setelah diijazahkan oleh Tuan Guru Dato Dr Haron Din pada 18 April 2015 yang lalu. Pengalaman ini sangatlah berharga. Hari yang ditunggu telah tiba. Setelah sekian lama berkorban masa, wang dan tenaga dengan menghadiri kuliah-kuliah yang dianjurkan, saya dan rakan-rakan berjaya menamatkan pengajian. Walaupun demikian, hampir separuh kumpulan kami tidak diijazahkan. Hal ini demikian kerana ramai yang 'tumpas' di tengah jalan.
Pengalaman belajar di Darussyifa amatlah menyeronokkan. Saya banyak belajar benda baru di Darussyifa. Walaupun mempunyai pengalaman merawat sebelum ini, namun di Darussyifa saya masih menemui pelbagai teknik dan kaedah lain dalam merawat, ruqyah-ruqyah yang baru untuk dihafal, dan kaedah kaunselig pesakit. Saya juga belajar bagaimana untuk mendisiplinkan diri dengan menghadiri majlis zikir, menepati masa, menadah kitab dan lain-lain. Sangat menyeronokkan.
Ketika bersalam dan ijab kabul menerima ijazah di depan Tuan Guru, rasa macam tidak percaya apabila saya berjaya menamatkan pengajian. Rasa terharu, gembira dan pelbagai seribu satu rasa bercampur di hati saya ketika itu. Penat lelah rasanya terbalas dengan penerimaan ijazah ini. Boleh kata lebih setahun saya ulang alik ke Darussyifa, menghadiri kuliah dan majlis zikir, serta latihan amali sekali. Belum kira lagi kos perbelanjaan yuran bulanan, kos pergi balik Sibu-Kuching-Sibu, bayaran buku dan lain-lain. Subhanallah! Cita-cita dan dan doa saya diperkenankan Allah, Alhamdulillah!
Kalau nak dikenang kembali bagaimana saya bermula dengan Darussyifa, sebenarnya saya telah mendaftar sebanyak 2 kali untuk memasuki kuliah. Namun, saya tidak dapat menghadiri kelas perasmian yang menyebabkan saya tidak layak untuk hadir kuliah. Halangan sebanyak 2 kali ini tidak menghalang saya untuk terus mendaftar untuk kali ketiga. Setelah mendaftar, ada pula halangan baru iaitu ketika kelas hendak dimulakan, saya dipindahkan bertugas ke Sibu.
Pada ketika itu, saya hampir putus asa. Namun saya keraskan hati, membanyakkan doa, saya fikir apa nak jadi, jadilah. Kerisauan tentang ongkos perbelanjaan pulang-balik Kuching-Sibu, bayaran yuran bulanan, masa kerja dan lain-lain saya letak ke tepi dan serahkan kepada Allah. Saya berkata kepada diri saya, saya niat belajar ilmu perubatan ini kerana Allah, ini adalah cita-cita saya sejak dahulu lagi untuk mendapatkan ilmu dari Tuan Guru, dan saya juga berniat untuk upgrade diri saya dalam bidang ini. Alhamdulillah, segalanya dipermudahkan oleh Allah. Saya berjaya menamatkan kuliah setelah berhempas-pulas setelah lebih setahun.
Kesimpulannya, saya mendapat banyak pengajaran dari peristiwa ini. Ingin saya kongsikan kepada pembaca sekalian, jika kita bercita-cita akan sesuatu, hendaklah kita kuatkan hati dan semangat, buat sehabis baik. Walau apa pun halangan yang datang, kena keraskan hati. Pedulikan kata-kata negatiif yang orang lemparkan kepada kita. Paling utama, kena luruskan niat dan banyakkan berdoa.
Semoga kita dirahmati Allah...
Khamis, 11 September 2014
Syawal telah berlalu. Maka kini kita menunggu kedatangan kedatangan satu lagi bulan yang mulia iaitu Dzulhijjah. Bulan ibadah bagi tetamu Allah di Makkah al Mukarramah.
Di televisyen kini telah banyak rancangan yang menayangkan tentang ibadah haji dan seumpamanya. Malah di facebook juga telah ramai kawan-kawan yang memuatkan gambar mereka dan juga keluarga mereka yang diundang menjadi tetamu Allah. Suasan ini menggamit kenangan saya ketika dijemput sebagai tetamu Allah pada 2005 yang lalu.
Menjadi haji dalam usia muda adalah di luar jangkaan saya. Saya tidak menyangka bahawa saya dipilih untuk mengerjakan haji bersama kedua ibu bapa saya kerana pada ketika itu hanya ibu dan ayah saya sahaja yang terpilih. Tapi oleh kerana rezeki yang Allah berikan, maka saya bersyukur kerana dapat mengerjakan haji pada usia muda. Perasaan bercampur baur antara gembira, risau, seronok, takut dan sebagainya. Namun saya telah dipesan oleh beberapa orang ustaz agar meluruskan niat dan berbaik sangka dengan Allah Taala bila berada di Tanah Suci kelak.
Penerbangan selama 9 jam ke Jeddah International Airport amat membosankan saya. Pada 3 jam yang terawal saya masih mampu untuk menghiburkan diri dengan membaca Quran, tilawah Quran dan menonton tv. Pada jam yang seterusnya telah timbul rasa resah gelisah "bila laa nak sampai ni?" dan punggung pun dah rasa lenguh kerana duduk terlalu lama. Tidak dapat saya bayangkan yang saya yang berusia 25 tahun pada ketika itu pun dah tak tahan nak duduk lama-lama apatah lagi orang tua yang berusia 80 tahun ke atas, tentu mereka lebih lagi terasa lenguhnya. Namun saya tidak berani mengeluh kerana menjaga hati dan pancaindera adalah amat penting kerana musafir pada ketika itu bukanlah musafir sembarangan sebaliknya musafir menghadap Tuhan Semesta Alam di rumahNya yang mulia. Kalau silap haribulan boleh kena denda 'on the spot'.
Kami tiba di airport Madinah pada waktu dinihari, kira-kira sejam sebelum azan Subuh dilaungkan. Suasana Madinah amatlah sejuk pada ketika itu, sampaikan saya menggeletar kesejukan. Mujurlah saya mengenakan pakaian tebal dan baju sejuk yang dipinjamkan oleh sahabat baik saya Anan. Baju sejuk itu saya pakai sepanjang musim haji kecuali ketika berada dalam keadaan ihram.
Suasana di Madinah amat tenang dan teratur sekali. Sembahyang di masjid Nabawi, berziarah ke maqam nabi Muhammad dan sahabatnya, melawat tempat bersejarah di sekitar Madinah seperti Medan Uhud, Masjid Quba dan lain-lain sangatlah menyeronokkan. Ini kerana setiap tempat mengandungi nilai memori dan sejarahnya sendiri di kalangan umat Islam. Malah ketika melihat perkuburan syuhada di Medan Uhud saya terasa insaf atas pengorbanan yang mereka lakukan demi untuk Islam.
Seterusnya apabila tiba masa untuk ke Makkah, kami mengambil masa kira-kira 5 jam perjalanan untuk ke sana. Kami singgah untuk bermiqat di Bir Ali dan solat sunat di masjid berkenaan. Seterusnya kami bertalbiah ramai-ramai dalam bas menuju ke Makkah.
Makkah, umrah haji, wukuf di Arafah, mabit dan melontar di Mina, balik Makkah dan seterusnya menunggu untuk pulang. Banyak pengalaman semasa melaksanakan ibadah-ibadah berkenaan. Malah sempat juga berkawan dengan seorang kawan yang berbangsa Afghanistan dan seorang lagi dari Indonesia semasa menunggu masuk waktu Maghrib di Amsjidil Haram. Masing-masing bekerja sebagai doktor di Afghanistan dan pekerja pelantar minyak di Indonesia.
Kalau nak cerita semua tentang pengalaman mengerjakan haji memang tak larat. Cukuplah jika saya katakan, kalau dah sekali menjejak kaki di Tanah Suci, pasti hati akan terpanggil untuk datang kembali.
Wallahu 'alam
Rabu, 16 Julai 2014
Ramadhan di perantauan...
Tahun ini merupakan pertama kalinya saya berpuasa sebagai perantau di tempat orang, Sibu. Walaupun Sibu masih dalam negeri Sarawak, saya berpendapat berpuasa di tempat sendiri lebih menyeronokkan.
Di Sibu tak ramai orang Melayu, majoritinya Cina. Maka suasananya tidaklah semeriah di Kuching. Tapi itu tidaklah membuatkan saya sedih sangat. Saya menganggap bahawa ini pengalaman baru yang akan menghiasi KitabKehidupan saya. Sekurang-kurangnya ada juga pengalaman yang akan diceritakan kepada anak cucu nanti insya Allah.
Berpuasa dengan rakan serumah sewa, memang menyeronokkan. Kami punya pilihan untuk 'bersungkei', samada :-
1) Masak sendiri di rumah
2) Beli di bazaar Ramadhan
3) Berbuka di surau
Usai berbuka dan solat Maghrib, kami akan ke surau Al Firdaus Jalan Apollo untuk Isyak berjemaah dan teraweh. Ramai juga orang Melayu di kawasan ini. Pada hari biasa jemaah tak ramai. Bila Ramadhan hampir penuh surau dengan jemaah dari taman ini. Siang Ramadhan di Sibu rasanya tiada apa yang special. Hanya saja kami di pejabat SPNB dapat mendengar lagu raya berkumandang di pasaraya Giant yang terletak bersebelahan dengan pejabat kami.
Sayu pulak mendengarnya...
Wallahu 'alam
Selasa, 22 April 2014
Pening sembuh dengan berkat Al-Quran...
Suasana baru, pejabat baru tetapi tugasan masih sama. Perasaan bercampur-campur, teruja dan bosan. Bermula dengan memindah barang peribadi, barang pejabat, mencari rumah sewa sampailah mengenalpasti lokasi suaru masjid dan tempat makan halal (di Sibu agak sukar mencari tempat makanan halal). Aktiviti di Sibu juga agak berkurangan kerana saya banyak menghabiskan masa di surau Al-Firdaus Jalan Apollo, tidak jauh dari rumah sewa saya. Setelah 3 bulan di Sibu, saya sudah biasa dengan suasana di sini walaupun masih belum hafal jalan raya di sini. Di Sibu ini juga saya belajar berdikari kembali kerana terpaksa membasuh baju sendiri, masak sendiri dan lain-lain. Untuk pengetahuan pembaca semua, majoriti masyarakat di Sibu ialah orang Cina dan diikuti oleh bangsa Iban. Kebanyakan mereka adalah peniaga dan bekerja sendiri. Orang Melayu dan Melanau juga ada di Sibu namun dalam bilangan yang tidak ramai.
Di Sibu ini juga saya jarang merawat kerana saya lebih gemar mendiamkan diri daripada mengiklankannya dengan orang lain. Tambahan pula saya masih ingat pesan Tuan Guru Haron Din agar jangan menunjuk diri jika pandai merawat. Cukuplah hanya jika ada orang berhajat barulah kita menolong.
Walaupun demikian, sahabat baik saya Jalot telah memperkenalkan saya dengan rakan sekerjanya untuk dirawat disebabkan oleh gangguan sihir. Lokasi rumah pesakit terletak di pinggir bandar Sibu dan kampung tersebut agak sunyi dan terpencil. Pada sesi pertama rawatan si pesakit mengeluhkan beberapa anggota badannya sakit tanpa sebab dan doktor telah mengesahkan bahawa si pesakit sihat. Selain itu pesakit juga kerap mengalami mimpi seram dan sebagainya. Sebaik rawatan bermula, saya hanya menggunakan kaedah bacaan ruqyah diiringi dengan tepukan pada belakang badan pesakit. Hasilnya si pesakit muntah dengan banyaknya dengan mengeluarkan cecair berwarna hitam. Saya membekalkan pesakit dengan mandian limau dan air penawar. Rawatan susulan akan dilakukan kemudian.
Pening kepala..
Semasa saya balik ke Kuching minggu lepas, hampir setiap hari saya tak duduk lekat di rumah. Banyak aktiviti luar yang perlu diselesaikan seperti mesyauarat Bestway, kuliah Darussyifa, kenduri dan lain-lain. Kesannya, saya berasa amat letih dan kurang tidur. Kepala pening, tengkuk tegang dan badan letih. Akibatnya, saya susah nak tidur malam. Saya kurang gemar makan Panadol kalau pening kepala. Kalau pening selalunya saya akan minum air putih banyak dan tidur. Namun kali ini saya nak tidur pun susah kerana menahan sakit. Akhirnya, saya menggunakan kaedah sperti yang diajar oleh ust Awang Ariffin supaya minum dan menyapu kepala dengan air bacaan Yasin.
Di rumah saya memang ada stok air penawar yang dibacakan Yasin semasa majlis zikir setiap Sabtu malam. Saya ambil air tersebut, membaca Fatihah, Selawat Syifa dan doa penyejuk. Hembus dan minum dengan niat kesembuhan. Kemudian saya basahkan seluruh kepala dan tengkuk dengan air tersebut sambil berdoa untuk kesembuhan. Ajaibnya, seperti kunyit dengan kapur, sebaik saya melabuhkan kepala yang basah tersebut di atas bantal, dalam hitungan minit saya terus tertidur. Bangun pada pagi esoknya, kepala terasa ringan dan badan pun segar. Subhanallah! Demikianlah mukjiat Al-Quran. Janganlah ragu dan was-was. Apa yang penting ialah yakin dan tawakkal kepada Allah.
Insya Allah, keajaiban boleh berlaku.
Wallahu 'alam...
Jumaat, 3 Januari 2014
Kisah Unik Ustadz Abdullah (Mu’alaf dari Timor Timur) Menggagalkan Acara Paranormal
Ustadz Abdullah berfikir keras bagaimana caranya untuk menggagalkan acara perdukunan tersebut sebab sudah tidak bisa dida’wahi lagi.
Alhamdulillah acara kemusyrikan batal dilaksanakan dengan karomah yang didapat ustadz Abdullah dari Allah Ta’ala.
Sabtu, 7 September 2013
Kanker Sembuh Karena Rutin dengar Ayat Al-Qur'an
Dokter pun terpana. Menurut perhitungannya, pasiennya itu tak akan mampu bertahan lebih dari sebulan. Saat itu sudah hampir lewat tiga bulan, dan anehnya, kondisi pasien kanker itu bukannya semakin memburuk, justru menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa.
Ada apa? Dokter itu pun lalu teringat akan sosok Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, yang membuat eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia. Alfred membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran, merupakan indera yang paling penting. Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vital, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf.
Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.
Dokter ahli kanker di rumah sakit di Beirut itu pun, akhirnya mengambil kesimpulan, bahwa rupanya, bacaan Al-Quran memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.
Dan, sejak itulah, selain upaya medis yang ia lakukan, dokter itu juga menambah terapinya dengan terapi suara, lewat pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, untuk penyembuhan pasien-pasiennya.
Peneliti ini menyatakan, "Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat." Para peneliti kemudian menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.
“Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara. Itulah mengapa bacaan Al-Qur’an memiliki pengaruh besar terhadap kanker yang paling berbahaya dan akut sekalipun!” jelas Fabien, seorang peneliti yang juga musisi.
Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa suara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadap air. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang mempengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.
Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, maka suara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.
Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobati banyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan Al-Qur’an pada air, maka karakteristiknya akan berubah, dan air itu akan mentransfer efek-efek Al-Qur’an itu kepada setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh.
Bacaan Al-Qur’an
Bagaimana bacaan Al-Qur’an itu bisa mengobati kanker? Virus dan kuman ternyata bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya nada-nada khas yang keluar dari suara bacaan Al-Qur’an. “Nada-nada yang keluar dari bacaan Al-Qur’an dapat menghentikan perkembangbiakan virus dan kuman dalam tubuh kita, dan dalam waktu bersamaan justru meningkatkan aktivitas sel-sel sehat, dan membangkitkan program kekebalan tubuh yang terkacaukan, agar siap bertempur melawan virus dan kuman,” jelas Fabien.
Menurutnya, nada-nada yang keluar dari bacaan Al-Qur’an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ke telinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medan elektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel.
Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudah mengalami dan mengulangi. Ini merupakan sistem alamiah. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Bahkan Profesor Masaru Emoto, meyakinkan, bahwa efek penyembuhan melalui terapi suara, jauh lebih dahsyat dari pengobatan herbal dan terapi alamiah lainnya.
Nabi SAW membaca Ta’awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasuk penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat Al-Falaq dan An-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai obat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin.
Sumber : http://asalasah.blogspot.com/2013/04/kanker-sembuh-karena-rutin-dengar-ayat.html
Selasa, 14 Mei 2013
Amalan baca al-Quran bantu rawat masalah emosi
Kitab suci mukjizat teragung perkukuh kekuatan dalaman, berikan ketenangan jiwa KEHIDUPAN di dunia ini sentiasa silih berganti antara kebahagiaan dan penderitaan.
Ketika ditimpa kesusahan, jiwa menjadi gelisah dan murung kerana memikirkan permasalahan dihadapi. Kata Ibnu Mas’ud, bagi setiap kegembiraan ada kesedihan dan tidak ada satu tempat pun yang dipenuhi kesenangan kecuali tempat itu juga diisi oleh kesedihan. Biasanya kita akan berehat atau melakukan sesuatu aktiviti bagi mengatasi masalah emosi. Sebenarnya ubat paling mujarab ialah membaca al-Quran, iaitu amalan yang semakin ditinggalkan kecuali apabila tiba Ramadan.
Selain mendapat pahala, membaca al-Quran adalah mukjizat agung dalam membaik pulih kegelisahan jiwa dan mengatasi kemurungan hidup. Allah berfirman bermaksud: “Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari al-Quran ayat suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang yang beriman kepadanya.” (Surah al-Israa’: 82). Firman Allah lagi bermaksud: “Wahai manusia, telah datang kepada kamu al-Quran yang menjadi pengajaran daripada Tuhanmu dan penyembuhan bagi penyakit yang ada dalam dadamu (jiwa) dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (Surah Yunus: 57). Membaca al-Quran selain satu ibadat, juga boleh menjadi ubat atau terapi mengubati jiwa yang gelisah, gundah atau ketika fikiran berserabut.
Diriwayatkan, ada seorang lelaki datang menemui Abdullah bin Mas’ud untuk meminta nasihatnya kerana lelaki itu sedang berserabut dan jiwanya resah gelisah. Abdullah kemudian menasihatkan lelaki itu: “Pergilah kamu ke tempat orang yang membaca al-Quran dan mendengar baik-baik orang membacanya. Kamu juga boleh membacanya sendiri.” Selepas itu, lelaki berkenaan pulang dan mengamalkan pembacaan al-Quran seperti dinasihatkan Abdullah bin Mas’ud. Lelaki itu berasa jiwanya cukup tenang dan amat tenteram. Fikirannya tidak lagi berserabut memikirkan masalah dunia.
Sebenarnya bukan lelaki itu saja membaca al-Quran berasa tenang dan aman, tetapi semua orang yang membacanya dengan hati khusyuk ditambah pula memahami akan maknanya akan mampu merasai kemanisan iman. Begitulah hebatnya mukjizat al-Quran. Membaca al-Quran adalah satu cara mengingati Allah. Orang yang sentiasa mengingati Allah dalam apa situasi sudah pasti jiwa berada dalam keamanan dan tenteram. Firman Allah bermaksud: “Orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka. Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram.” (Surah Ar-Ra’d: 28).
Oleh itu, jadikan membaca al-Quran sebagai gaya hidup dan jangan membacanya tatkala ditimpa masalah saja. Kesungguhan membaca al-Quran akan memantapkan rohani dan menjernihkan hati. Ingatlah Allah pada waktu lapang, tentu Allah akan ingat dan bantu kita ketika susah. Allah membekalkan mukjizat teragung al-Quran sebagai rahmat dan mereka yang membaca atau mendengar bacaan ayat suci itu akan diberikan Allah kekuatan dalaman.
Amalan membaca al-Quran diakui metodologi sempurna dalam mengubat penyakit jiwa atau psikoterapi. Segala gangguan jiwa seperti kemurungan, fikiran berserabut dan cepat panik dapat diatasi dengan membaca al-Quran. Lebih lama kita membacanya, jiwa menjadi semakin aman tenteram. Inilah rahmat kurniaan Allah.
Antara bacaan ayat al-Quran yang dijadikan sebagai penyembuh jiwa ialah surah Yasin. Syeikh Mohd Alawi Al-Malik mengatakan, surah Yasin banyak kelebihannya kerana menurut Rasulullah, surah Yasin adalah hati al-Quran. Sahabat Rasulullah, Abu Hurairah ada berpesan: “Sesungguhnya akan lapanglah penghuni rumah yang dibaca di dalamnya al-Quran dan akan banyaklah kebajikan dalam rumah itu dan akan datanglah para malaikat ke rumah itu dan akan keluarlah syaitan daripadanya. Sebaliknya, rumah yang tidak dibaca di dalamnya al-Quran, akan mendatangkan kesempitan kepada penghuninya. Di samping itu, kebajikan akan berkurangan, para malaikat akan keluar dan syaitan akan memasuki rumah itu.”
Membina kehidupan bahagia menjadi impian semua. Justeru, satu cara terbaik memantap jiwa dan hati menghadapi masalah hidup ialah dengan memperbanyakkan bacaan al-Quran Oleh Mohd Rizal Azman Rifin Sumber: http://epondok.wordpress.com/
Isnin, 13 Mei 2013
Terapi Penyakit dengan Ayat Suci Alquran Serta Kekuasaan ALLAH SWT
Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
Energi Illahiah ditujukan ke tubuh pasien dengan menyentuh punggung ataupun tempat yang sakit dengan memohon pada Allah agar si pasien pulih dari penderitaatn dan di angkat segala penyakitnya.
Pasien diminta untuk Ikut berdoa dan memohon kesembuhan dirinya.
Dengan bangkitnya energi Ilahiyah yang tersembunyi di diri pasien, dengan terasanya getaran anggota tubuh pasien, maka pasien diminta untuk menyebarkan energi tersembunyi tersebut keseluruh tubuhnya guna mengusir penyakit dan rasa sakit yang diderita. Proses penyembuhan bertambah cepat dengan aktifnya energi tersembunyi pada diri si pasien.
.
Visualisasi Pada Peredaran darah lebih di perlancar,
Seperti Kuman, Bakteri , Virus , Amoeba dan radikal bebas yang tidak terdeteksi oleh Medis.
Imunitas di Tubuh Meningkat Perlahan hingga Merasa Pulih /terbebas dari Penyakit.
Al-hamdulillah hirrobbil Alamin……. 3x.
“ JAGALAH KESEHATAN INI , KARENA SEHAT ITU MAHAL NILAINYA..”
Dari Sahabat Untuk Sahabat …
Jumaat, 3 Mei 2013
Manfaat Membaca Al-Quran Untuk Kesihatan Rohani Dan Jasmani
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alqur’an dan mengajarkannya.”
(HR Bukhori)
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Alqur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya”.
(HR. Muslim)
Syaikh Ibrahim bin Ismail dalam karyanya Ta’lim al Muta’alim halaman 41, sebuah kitab yang mengupas tata krama mencari ilmu berkata,
“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya:
1. menyedikitkan makan,
2.membiasakan melaksanakan ibadah salat malam
3.membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”.
Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat,
berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.
Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi.
Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Islamic News: Hasil riset Universitas Al Azhar
bahwa membaca Al Qur'an dapat meningkatkan kinerja otak & mempertajam ingatan sampai dengan 80% karena ada 3 aktivitas yang baik bagi otak yaitu melihat, mendengar & membaca. waktu yang bagus untuk membaca Al Qur'an adalah setelah shalat terutama shubuh & maghrib. pada kedua waktu tersebut, otak dalam keadaan refresh karena pergantian waktu dari terang ke gelap & dari gelap ke terang
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
(Q.S.Al ‘Araf/ 7: 204).
Atau juga, “Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”
(Q.S.17:82).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram”
(QS. Ar Ra’d/13: 28)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Islam dari segi Ajaran, Ibadah, Larangan, Perintah, Kitab Suci Al-Qur'an dan yang lainnya bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. 4 An-Nisaa':82)
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(Qs.3 Ali Imran:85.)
MASIHKAH KITA MALAS MEMBACA AL QUR'AN SETELAH TAHU BANYAK SEKALI MANFAATNYA?
Ahad, 28 April 2013
"Bye kawan..." Kisah mata ketiga
Saya sangat suka kampung ini. Suasana kampungnya masih terpelihara dan masih terdapat hutan di depan pusaka nenek. Angin segar yang bertiup dari arah hutan ini menyegarkan segala urat nadi saya ketika berehat-rehat di luar rumah. Kalau stres dan letih bekerja, saya akan ke sini untuk merehatkan minda dan badan saya. Sangat menenangkan.
Perbualan saya dengan pakcik saya yang mesra dipanggil uncle Salleh bermula dengan cerita berkisarkan PRU 13 dan politik semasa. Uncle Salleh gemar mendengar cerita dari saya kerana saya sering membawa info terbaru mengenai parti kegemarannya. Isteri beliau auntie Nani pula menghidangkan saya secawan kopi untuk dinikmati bersama sambil bersembang. Sempat juga saya menunjukkan kepada uncle Salleh video TGNA sembahyang Jumaat di masjid Putrajaya. Perbualan semakin rancak dan panas.
Sembang punya sembang, beralih pula ke topik misteri. Auntie Nani bercerita tentang salah seorang anak sepupu saya yang dalam jagaannya. Anak sepupu saya ini berusia 3 tahun, perempuan dan dalam jagaan auntie Nani ketika ibu bapanya keluar bekerja. Keanehan bermula apabila Baby (bukan) nama sebenar sering bercakap seorang diri. Apa yang lebih pelik, Baby sering bersembunyi atau bermain di tempat-tempat yang tersorok seperti belakang pintu, bawah meja dan lain-lain. Pada ketika ini auntie Nani akan melihat Baby seperti bermain dengan 'seseorang', ketawa sendirian dan bercakap seorang diri. Pernah sekali ketika hendak pulang ketika diambil ibunya, Baby menoleh ke belakang sambil melambaikan tangan ke suatu arah sambil berkata " Bye kawan...". Padahal tiada sesiapa pun di situ.
Pada mulanya perkara ini tidak diendahkan. Sehinggalah satu hari ketika auntie Nani sedang menyediakan makan tengahari, hari mendung dan berangin kuat seperti hendak hujan. Suasana agak menyerankan kerana langit gelap. Tiba-tiba Baby menuju ke dapur.
Auntie Nani : Ada apa Baby?
Baby : Nek (panggilan mesra auntie Nani). Ada orang kat situ. (sambil menunjukkan ke arah pintu utama rumah).
Auntie Nani melihat ke pintu tersebut. Takde apa-apa pun...
Auntie Nani : Siapa cu? Takde orang pun.?
Baby : Perempuan. Kenapa muka dia buruk nek?
Berderau darah auntie Nani. Tanpa melengahkan masa, auntie Nani terus meninggalkan dapur dan membawa Baby ke rumah saudara kami sebelah rumah.
Semenjak peristiwa tersebut, ibu bapa Baby dan auntie Nani membawa Baby berubat dengan seorang ustaz di Masjid Perumahan Batu Kawa. Saya kenal dengan ustaz tersebut. Beliau ahli Ismak Rqyah. Setelah dirawat, Baby tidak lagi kelihatan bermain dan bercakap seorang diri.
Mengenangkan cerita ini agak menarik, saya memuatkan cerita ini dalam blog. Uncle Salleh juga bertanya kepada saya seputar tentang alam jin dan kaedah rawatan Islam yang benar. Saya menjawab dengan hikmah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman saya. Di samping itu saya juga berkongsi tips dengan mereka bagaiman untuk menjaga diri daripada gangguan jin.
Perbualan kami membawa hingga ke larut malam. Saya meminta diri untuk pulang kerana hari semakin lewat. Semasa dalam kereta, jalan kampung Stapok yang melalui hutan yang gelap agak mencabar keberanian saya. Jalanraya ini pernah menyaksikan kehadiran pontianak, hantu bangkit dan hantu tinggi, yang disaksikan hidup-hidup oleh ahli keluarga saya sendiri. Saya enggan melayan perasaan sambil mulut terus berzikir sehingga sampai ke jalanraya yang lebih terang.
Wallahu 'alam...



